Tampilkan postingan dengan label PMB. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PMB. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 November 2013

Kafe KomDa



Kafe Komda, itulah judulnya.  Bukanlah sebuah kafe sebenarnya melainkan hanya stand kecil pada saat LKMM BEM FKIK yang dilaksanakan pad Sabtu, 16 Novenber lalu.








Nah, di kafe ini teman-teman bisa memilih menu spesial  yang disediakan. Mau tahu ada apa aja menunya? Cekidot!!!
Bakso Paket Hemat
Pizza Sosis Dengan Mayo
Pisang Manis Bakar
es Syiar
Pancake Ekonomis
cake Keputrian


Gak Cuma manu spesial aja nih. Ada icon Mang Komik dan Po Kokom juga lhooo! Apa i tu? Mangkomik adalah Mading Komda FKIK dan Po Kokom itu saudaranya mang Komik ^^
Mang Komik dan Po Kokom










Wah ada yang pesan banyak nih, paket lengkap enam menu spesial dapat bonus dari Komda FKIK berupa pin lucu dan menarik...ada juga ni yang dapat door prize menjawab pertanyaan dari kafe komda. Semuanya ada disini, di Kafe d’ Komda FKIK.
Maba yang dateng ke  kafe terlihat antusias dan bersemangat. Ini dia senyumnya


So, tetap pantengin terus agenda-agenda KomDa yaaa (:


Pengelola Kafe KomDa FKIK ^^

Rabu, 19 Desember 2012

Sahabatku = Aku

Oleh Mamah Hikmatussa'adah


“Mba, mba merasa nggak kalau akhir-akhir ini aku berubah?” Tanya sahabatku serius
.
“Masa sih, kok aku nggak merasakannya ya.” Jawabku cuek.

“Iya mba, aku pun nggak tau kenapa aku akhir-akhir ini merasa menjadi lebih kasar. Ucapanku,   tingkah lakuku. Ah, seperti bukan diriku. Masa mba nggak ngerasa sih?”tanyanya lagi dengan nada keheranan.

Aku tersenyum. “Ya, mungkin aku kurang peka dengan perubahan yang terjadi pada dirimu. Maaf ya.” 

Kami pun terdiam. Kembali menekuni aktifitas masing-masing.Tergelitik rasanya ingin mengetahui apa yang menyebabkan sahabatku itu berubah menjadi “kasar” seperti yang ia ungkapkan beberapa waktu lalu. Akhirnya aku pun diam-diam mengamati tingkah lakunya.

“Kini aku tahu penyebab kenapa kamu berubah.” Ucapku tiba-tiba di suatu sore.

“Kenapa Mba?” ia balik bertanya. Ia yang sedari tadi tengah asyik membaca mushaf Al Qur’an merah marun itu kini mengangkat wajahnya dan menatapku.

“Mungkin faktor penyebabnya adalah teman-temanmu. Terus terang, beberapa hari ini aku mengamati tingkah lakumu, tapi aku pun diam-diam mengamati siapa saja teman-temanmu, kepada siapa saja kamu berinteraksi, karena merekalah orang terdekat yang ada di sekitarmu.” Jelasku bersemangat.

Ia pun akhirnya menutup mushafnya dan kembali bertanya “Begitukah menurut pengamatan Mba?”

“Iya itu kan pendapatku. Karena aku pernah mendengar sebuah ungkapan, jika kau ingin tahu seperti apa perangainya maka lihatlah siapa sahabatnya. Jika ia berteman dengan penjual minyak wangi, maka ia akan terbawa harum. Begitu pula sebaiknya, jika ia berteman dengan penjual minyak tanah, maka ia akan terbawa baunya.” Terangku.

“Apa yang Mba sampaikan tadi benar. Aku akhir-akhir ini merasa berubah menjadi kasar karena aku sering mendengar para sahabatku mengatakan kata-kata yang kasar, bercanda mereka kasar, tak mencerminkan sikap seorang muslim yang baik. Mereka pun sedikit sekali yang mengingat Alloh. Parahnya, aku ada dalam bagian itu. Aku menjadi terbawa seperti mereka Mba. Astaghfirulloh.” Akunya dengan penuh penyesalan.
***

Cari Tahu